Teks Cerita Sejarah


Nama    : Chatlin Olivyanti Sitinjak
 Kelas    :  12 IPA 4                              
Sekolah : SMA NEGERI 4 MEDAN    
Email    : olivcatlin2@gmail.com   




1. Teks cerita sejarah!                    
 
                      Putri Gading Cempaka

Pada zaman dahulu ada seorang putra mahkota Kerajaan Aceh yang bernama Pangeran Raja Muda Aceh. Namun, ketika bertemu dengan keluarga kerajaan, terutama Putri Gading Cempaka, niat semula langsung berubah. Dia jatuh hati dan ingin mempersunting Sang Putri. Sekembalinya dari Sungai Serut dia mengutus beberapa penasihatnya guna melamar Putri Gading Cempaka.
Tanpa disangka pinangan Pangeran Raja Muda Aceh ditolak oleh Raja Anak Dalam. Dia tidak memberikan penjelasan apa pun pada para penasehat Sang Pangeran berkaitan dengan penolakan tersebut. Hal ini tentu memuat mereka terkejut dan agak marah, namun tidak dapat berbuat apa-apa selain pulang dengan tangan hampa. Bagi mereka, hanya Pangeran Raja Muda Acehlah yang dapat memutuskan tindakan selanjutnya.
Ketika penolakan pinangan dari Raja Anak Dalam mereka sampaikan, Sang Pangeran langsung murka. Bagi Sang Pangeran penolakan tersebut merupakan suatu penghinaan besar. Oleh karena itu, dia lalu memerintah para penasihatnya kembali lagi menemui Raja Anak Dalam bukan untuk bernegosiasi ulang mengenai pinangan melainkan menyatakan perang.
Raja Anak Dalam yang telah menduga akan ada akibat di balik keputusan menolak pinangan Sang Pangeran pada Putri Gading Cempaka tidak merasa terkejut ketika  penasihat mendatanginya lagi. Bahkan, ketika mereka mengutarakan niat Pangeran Raja Muda Aceh untuk berperang, Raja Anak Dalam menanggapinya dengan tenang. Tantangan diterima dan tanpa basa-basi langsung menanyakan kapan waktu yang tepat dimulainya peperangan.
Pada hari yang telah ditentukan, terjadilah perang besar antara Kerajaan Aceh dengan Sungai Serut. Perang berlangsung hingga berhari-hari dengan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak. Mayat mereka bergelimpangan di mana-mana tanpa ada yang mengurusi hingga akhirnya membusuk dan berbau sangat menyengat.
Merasa terdesak serta tidak tahan melihat rakyat menjadi korban, Raja Anak Dalam bersama saudara-saudaranya memutuskan menyingkir ke Gunung Bungkuk. Mereka sepakat menjalankan wasiat kedua dari Ratu Agung yang memerintahkan agar mengungsi ke Gunung Bungkuk apabila ada suatu kejadian luar biasa melanda Sungai Serut.
Sepeninggal Raja Anak Dalam beserta kaum kerabatnya ke Gunung Bungkuk, Kerajaan Sungai Serut menjadi kosong. Pangeran Raja Muda Aceh yang dengan mudah masuk ke dalam istana menjadi kecewa karena tidak dapat menemukan Putri Gading Cempaka. Dia lalu memerintahkan seluruh prajurtinya menuju dermaga dan kembali ke Aceh.
Beberapa bulan kemudian datanglah empat orang bangsawan Lebong Balik Bukit ke bekas Kerajaan Sungai Serut yang ditinggalkan penghuninya. Keempatnya kemudian bersepakat menjadi penguasa di tempat itu. Seiring waktu, masing-masing berambisi menjadi penguasa tunggal sehingga terjadilah pertikaian. Namun, sebelum terjadi pertumbahan darah datanglah seorang pendamai bernama Maharaja Sakti. Dia adalah utusan Maharaja Diraja, penguasa Kerajaan Pagaruyung.
Maharaja Sakti berhasil mendamaikan dan bahkan menguasai keempatnya. Para bangsawan yang bertikai tadi malah bersepakat mengangkatnya menjadi raja di bekas Kerajaan Sungai Serut yang namanya diubah menjadi Bangkahulu. Ketika akan dinobatkan dalam sebuah upacara adat, tiba-tiba langit menjadi sangat gelap dan tidak lama kemudian turun hujan lebat disertai angin kencang.
Malam harinya, Maharaja Sakti bermimpi melihat sesosok bidadari menari di tengah hujan badai dengan pakaian tetap kering. Sang bidadari menari lemah gemulai selama beberapa saat sebelum terbang menuju Gunung Bungkuk. Maharaja Sakti yang menyaksikan kejadian itu hanya terpana tanpa dapat berkata apa-apa.
Saat terjaga dari tidur, dia langsung menceritakan perihal mimpinya itu pada keempat bangsawan yang mengangkatnya menjadi raja. Tetapi karena keempatnya bukanlah peramal atau ahli nujum, tidak ada seorang pun yang dapat menafsirkan mimpi Maharaja Sakti. Oleh karena itu, mereka lalu mendatangkan seorang ahli nujum yang memiliki keahlian khusus dalam menafsirkan mimpi.
Hasil tafsiran Sang ahli nujum menyatakan bahwa bidadari yang dilihat dalam mimpi Maharaja Sakti tidak lain adalah Putri Gading Cempaka. Dia adalah anak bungsu dari penguasa Kerajaan Sungai Serut yang sekarang telah menjadi wilayah kekuasaan ... Sang Putri bersama kaum kerabatnya mengungsi ke Gunung Bungkuk akibat diserang oleh Kerajaan Aceh.
Selain memaparkan sosok Putri Gading Cempaka, Sang ahli nujum juga memberi sedikit “pencerahan” agar Maharaja Sakti mau meminangnya. Ramalan Sang ahli nujum, apabila Maharaja Sakti dan Putri Gading Cempaka bersama dalam sebuah ikatan perkawinan, maka Kerajaan Bangkahulu akan menjadi sangat kuat hingga beberapa generasi.
Ramalan Sang ahli nujum rupanya mengena di hati Maharaja Sakti. Dia lalu mengutus keempat bangsawan menuju Gunung Bungkuk untuk menyampaikan pinangan pada Putri Gading Cempaka Tanpa disangka pinangan diterima oleh Raja Anak Dalam yang masih memegang teguh wasiat ratu agung tentang kedatangan seorang raja yang akan meminang Putri serta membawa mereka kembali ke Sungai Serut.
Singkat cerita, Maharaja Sakti menikah dengan Putri Gading Cempaka di Bangkahulu. Setelah menikah Maharaja Sakti membangun sebuah istana baru nan indah dan megah di daerah Kuala Sungai Lemau. Dan, karena pusat pemerintahan juga dialihkan ke Kuala Sungai Lemau, maka nama kerajaan kemudian diganti menjadi Sungai Lemau.


2. Teks sejarah yang berhubungan dengan teks cerita sejarah!

              Terbentuknya Kota Bengkulu

        Kota Bengkulu adalah sebuah provinsi yang berada di pulau Sumatra, Indonesia. Kota ini terletak di bagian Barat Daya Pulau Sumatra, yang berbatasan dengan provinsi Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung.
      Dilansir laman resmi Pemeritah Kota Bengkulu, sumber tradisional menyebutkan bahwa Bengkulu atau Bangkahulu berasal dan kata Bangkai dan Hulu yang maksudnya bangkai di hulu. Konon menurut sejarah, dulu pernah terjadi perang antara kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Bengkulu.
      Pertempuran itu banyak menimbulkan korban dari kedua belah pihak di hulu sungai Bengkulu. Korban perang inilah yang menjadi bangkai tak terkuburkan di hulu sungai tersebut. Maka tercetuslah sebutan Bangkaihulu yang lama- kelamaan berubah pengucapan menjadi Bangkahulu atau Bengkulu.


3. Kaidah kebahasaan dari teks cerita sejarah!

• Kata ganti orang ketiga
Pada teks cerita Sejarah fiksi di atas menggunakan nama tokoh, yakni Putri Gading Cempaka dan Maharaja Sakti.

• Verba material
a. Memberikan (dia tidak memberikan penjelasan)
b. Menjalankan (mereka sepakat mejalankan wasiat)
c. Menemui (para penasihatnya kembali lagi menemui raja)

• Konjungsi Temporal
a. Pada Zaman Dahulu (Pada zaman dahulu ada seorang putra)
b.Pada hari ( Pada hari yang telah ditentukan)

• Kata keterangan
a. Tempat : Saudaranya memutuskan menyingkir ke Gunung Bungkuk dan dialihkan ke Kuala Sungai Lemau
b. Waktu : Zaman Dahulu
c. Suasana : Maharaja Sakti menikah dengan Putri Gading Cempaka di Bangkahulu

Komentar

  1. Good job boru tinjak 👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  2. lengkap sekali penjelasannya 👍

    BalasHapus
  3. Anak muda memang harus tahu sejarah.....smoga makin banyak anak muda yg cinta akan sejarah pahlwan2nya...

    BalasHapus
  4. wah sangat lengkap sekali 😻

    BalasHapus
  5. Sangar inspiratif sebagai kaum milinial mampu dan tau sejarah lanjutkan trus karyamu

    BalasHapus
  6. Generasi muda yg kreatif... Tetap semangat catlin dan menjadi kebanggaan keluarga ya nang👍👍👍

    BalasHapus
  7. Waahhh. Bagus sekali . Jadi menambah informasi & wawasan kita .. semangat yaaa adik...

    BalasHapus
  8. Keren .. enak baca nya .. jadi nambah pengetahuan tentang cerita sejarah ....

    BalasHapus
  9. Keren bagus menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah 👍🏻

    BalasHapus
  10. KEREN BANGETT CHATLINN materinya mudah dipahami dan sudah lengkap
    SEMANGATT😍😍🫶🏻

    BalasHapus
  11. kerenn bangett
    semangattt catlin🌷

    BalasHapus
  12. Keren banget ceritanya chatlin👍👍

    BalasHapus
  13. wah,keren sekali ceritannya,lanjutkan prestasinya ya catlin,semangat!!!

    BalasHapus
  14. keren sekali anak muda ini😱

    BalasHapus
  15. ceritanya sangat bermanfaat!! Membuat saya lebih mengenal sejarah Indonesia

    BalasHapus
  16. materi yang dipaparkan sangat mudah dipahami

    BalasHapus
  17. WAHHH KEREN BANGET KAAA😍😍💓💓💓💓

    BalasHapus
  18. Great article, keep developing interesting stories 🔥

    BalasHapus
  19. Wahhh mantapp olipp, SEMANGAT!!

    BalasHapus
  20. Keren ceritanya kk olivv
    Semangat kk

    BalasHapus

Posting Komentar